Cari Blog Ini

Everything Can Be

Selasa, 21 April 2015

SEBUAH CERPEN YANG SANGAT BAGUS


Terjemahan Peter F. Gontha by kata-kata hikmah
JANJIAN MAKAN MALAM DG SEORANG WANITA

Sesdh menikah 21 thn, istri saya meminta saya agar mengundang seorg wanita lain untuk makan malam & nonton sebuah film.
Dia katakan: saya cinta sama kamu, tapi saya tahu bahwa perempuan yang satu ini juga sangat cinta pada kamu & sangat ingin meluangkan waktu dengan kamu.
Ternyata perempuan yang dimaksud istri saya itu adalah ibu saya yang sudah menjanda selama 22 thn.
Namun kesibukan saya sebagai Pemred & menyingkirkan waktu untuk ke 3 anak saya hanya memungkinkan saya untuk bertemu dengan ibunda saya sekali-sekali.
Mungkin sekali sebulan saja.
Malam itu saya menelpon beliau untuk mengajaknya makan berdua & nonton film berdua.
Ia bertanya: Ada apa, keluarga kamu baik-baik, kamu sakit ?
Ibu saya adalah tipe wanita yang selalu curiga kalau ada telepon masuk malam hari & adanya undangan yang tiba-tiba, & bahwa itu adalah pertanda tidak baik atau berita duka.
Saya jawab: oh bukan. Saya pikir menyenangkan untuk dapat menghabiskan waktu bersama Ibu. Hanya kita berdua. Sejenak ia berpikir kemudian mengatakan: sangat menyenangkan & saya suka bersama kamu.
Hari jumat itu sepulang kerja, dalam perjalanan menjemputnya, saya merasa agak gugup & nervous.
Pada waktu saya sampai di rumahnya, saya melihat ia sudah menunggu di depan pintu rumahnya & ibu pun kelihatan agak nervous mengenai janjian kita.
Ia berdiri di depan pintu, memakai sehelai kain penutup lehernya. Kelihatannya dia baru pulang dari salon kecantikan. Rambut disisir rapih, kelihatannya sangat cantik & ia memakai baju yang terakhir dipakainya pada hari ulang tahun perkawinan terakhir yang ia rayakan bersama almarhum ayah saya.
Ia tersenyum, terharu, gembira bagaikan 1000 malaikat yang menghiasi mukanya.
Sambil masuk ke dalam mobil ia katakan: anakku aku bercerita pada teman-temanku bahwa putra saya akan ajak saya keluar makan malam & nonton film berdua. Teman-teman ibu sangat kagum bahwa kamu akan ajak saya pergi.
Mereka semua menunggu mau tahu cerita mengenai malam ini.
Kita masuk sebuah restoran yang sederhana. Namun sangat cantik & romantis.
Ibu memegang tangan saya seperti layaknya ia seorang ibu Negara.
Sesudah kita duduk, saya membacakan daftar makanan. Setengah jalan saya menoleh kepada ibu saya dimana Ibu sedang menatap saya dengan satu senyuman nostalgia yang terlihat pada bibirnya.
Dia mangatakan: waktu kamu masih kecil saya yang bacakan daftar makanan buat kamu.
Saya menjawab: nah ibu, kalau begitu sudah waktunya Ibu rileks aja. Sekarang saya yang membalas kebaikan ibu.
Sambil makan kami berbincang mengenai segala macam yang indah, tanpa adanya perbedaan pendapat & hanya kesepakatan.
Seru sekali, saling menceritakan mengenai kesibukan kita masing-masing & menceritakan bagaimana cepatnya cucu-cucunya bertambah besar.
Kita bicara & ngobrol sampai kita lupa bahwa kita masih mempunyai acara untuk pergi nonton.
Sampai dirumah malam itu ia mengatakan: saya mau ajak kamu makan lagi.....selama kamu setuju saya yang membayar. Saya pun setuju.
Sampai dirumah istri saya bertanya: bagaimana makan malamnya & janjiannya dengan Ibu kamu?
Saya menjawab : "Sangat menyenangkan" lebih dari yang pernah saya pikirkan & bayangkan.
Beberapa hari kemudian, Ibu saya meninggal karena serangan jantung berat. Begitu cepatnya segala berlalu sampai saya sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi baginya.
Beberapa hari kemudian saya menerima surat dalam amplop yang berisi pembayaran restoran yang sama waktu saya pergi bersama ibu saya, untuk makan malam karena Ibu merencanakan untuk mengundang saya.
Terlampir ada catatan kecil: "Saya membayar bon makan ini karena saya tidak terlalu yakin saya dapat berada di sana bersama kamu, nak"
Tapi saya bayar untuk 2 orang, buat kamu & istri kamu. Anakku anda tidak dapat membayangi bagaimana nilai & artinya malam tersebut bagi saya. Aku sayang padamu, Anakku.
Pada saat itu aku sadar, artinya & pentingnya kita mengatakan: "Aku sayang padamu - I love you'
selamat hari kartini ..... Ibu-ibu and nenek-nenek and kaum wanita semuanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar