Cari Blog Ini

Everything Can Be

Jumat, 29 Januari 2016

Makan Malam Terakhir Bersama Ibu



Sahabat Reportase Sayangilah Ibumu , Sebagaimana Mereka Menyayangimu Sejak Kecil , Kisah Ini Semoga Bisa Menjadi Pelajaran Untuk Anda . Ada banyak catatan yang mesti diperhatikan oleh seorang anak selepas menikah. Baik ia sebagai anak perempuan maupun laki-laki. Khusus bagi laki-laki, ada penekanan dalam hal ini. Sebab, hingga kapan pun, surga bagi seorang anak letaknya ada pada kaki ibunda.

Selain itu, selepas menikah, bakti seorang anak sama sekali tak otomatis terputus dengan alasan telah memiliki keluarga sendiri. Dalam hal ini, penting kiranya bagi kedua pasangan dan keluarga terdekat untuk saling mengingatkan.

Jangan sampai kisah ini terjadi antara diri dan ibu kita. Sebuah kisah haru nan memilukan ini, patut dijadikan cermin bagi kehidupan kita; sebagai anak maupun orangtua.

Sebutlah namanya Fulan. Sudah 21 tahun ia menikah dengan seorang wanita bernama Fulanah. Tepat di usia ke 21 pernikahannya, sang istri bertanya menawarkan, “Mas, tak berkenankah kau makan malam bersama seorang wanita?” Sang suami yang memang tak memiliki saudara dan anak wanita itu bertanya kebingungan, “Maksudmu?”
Lantas dijelaskanlah oleh sang istri, “Esok, keluarlah untuk makan malam bersama ibu.” Aduhai, rupanya Fulan ini amat sibuk mengurusi keluarga, pekerjaan dan kehidupannya. Lanjut Fulanah, “Sudah 21 tahun –sejak menikah denganku- kau tak pernah makan malam bersama ibu,” katanya menerangkan, “Teleponlah beliau, ajaklah makan malam. Beliau pasti amat mendambakan kebersamaan denganmu.”

Segeralah Fulan menelepon sang ibu. Dalam perbincangan udara itu, disampaikanlah maksudnya. Sang ibu yang telah lama menjanda dan hidup bersama keluarga lainnya itu amat sumringah mendengar ajakan itu. Meskipun, ada rasa tak percaya akan ajakan mengagetkan dari anak yang amat disayanginya. Pasalnya, masa 21 tahun bukanlah bilangan waktu yang sebentar.

Hari yang direncanakan pun menyapa. Fulan menuju rumah ibunya. Sesampainya di depan rumah sang ibu, sosok janda yang sudah lama mendambakan kebersamaan bersama anaknya itu tengah menunggu, tepat di rahang pintu. Tak ingin diketahui oleh saudaranya yang lain, sang ibu langsung menyambut, menghampiri dan bergegas masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil, terjadilah perbincangan kecil antara keduanya. Tentang rumah makan dan menu terbaik yang hendak mereka tuju dan santap malam ini. Tak lama, tibalah mereka di tempat makan terbaik di kota itu.
Lamat-lamat, sang anak memerhatikan pakaian yang dikenakan oleh ibunya. Agak sempit. Rupanya, itu adalah pakaian terakhir yang diberikan oleh almarhum suaminya. Duhai, sang anak ini sampai lupa membelikan pakaian untuk ibunya.

Maka datanglah pelayan pembawa menu. Disodorkanlah daftar makanan yang hendak dipesan. Ternyata, sang ibu sudah tak kuasa membaca. Dengan senyum, Fulan menawarkan, “Aku bacakan menunya. Tunjuk saja menu apa yang Ibu kehendaki.”

Lantas dipesanlah aneka jenis makanan yang dihidangkan, tak lama kemdian.
Bersebab bahagianya yang memuncak lantaran diajak makan malam oleh anak kesayangannya, selera makan sang ibu tenggelam seketika. Sama sekali tak berminat untuk mencicipi, apalagi melahapnya. Sosok yang sudah hampir terbenam masa hidupnya itu hanya memerhaikan anaknya, dengan cinta dan rindu yang kian bertambah.

Di tengah menikmati menu makan malamnya, Fulan berkata, “Bu, ini yang pertama sejak 21 tahun yang lalu. Maafkan anakmu ini. Esok kita akan makan malam lagi untuk yang kedua.”
Mendengar kalimat itu, mata sang ibu berbinar sumringah. Binar bahagia itu semakin bertambah hingga kedua insan itu pulang. Sang anak mengantarkan ibunya ke kediamannya, sementara ia kembali ke rumahnya.

Waktu-waktu selepas itu, adalah waktu menuggu nan membahagiakan bagi sang ibu. Ditungguilah ponselnya guna berharap panggilan dari anaknya. Sementara itu, di belahan tempat lain, sang anak tetap sibuk dengan dunia, pekerjaan dan kehidupannya. Ia, benar-benar lupa dengan janji yang diungkapkannya sendiri.

Lantaran usia yang menua, sang ibu pun sakit. Makin hari, bertambah parah sakitnya. Alasan sibuk pun membuat Fulan tak kunjung membesuk ibunya. Hingga akhirnya, wanita berhati lembut itu wafat sebelum sang anak sempat menjenguknya.

Proses pemakaman pun berlangsung dengan lancar. Ada haru nan pilu yang menelisik ke dalam hati Fulan. Perasaan bersalah selalu datang belakangan. Andai perasaan itu bisa datang lebih dulu, mungkin saja ia akan bisa menebus dosanya.

Lepas pulang dari pemakaman, ponselnya bergetar. Diangkatklah oleh si Fulan. Tertera dalam layar, pemanggil adalah ruma makan tempat ia dan ibunya makan malam tempo hari. “Halo, Pak Fulan,” ucap suara dari seberang. Lepas disahut, penelepon melanjutkan, “Maaf, Pak. Dalam catatan kasir kami, bapak telah memesan tempat makan malam untuk dua orang. Tagihannya suda dibayar oleh Ibu anda.”
.
Entahlah apa yang dirasa olehnya. Tanpa penutup, dimatikanlah ponselnya sembari bergegas menuju rumah makan tersebut. Sesampainya di sana, sang kasir menyerahkan sebuah pesan tertulis tangan. Dari sang ibu. Tertera di dalamnya, “Nak, aku mengerti. Malam ini adalah makan malam terakhir kita. Meski kau sampaikan akan ada yang kedua, aku tak terlalu yakin. Maka, makanlah bersama istrimu. Aku sudah membayarnya untumu dengan uang Ibu.”

“Ibu, Ibu, Ibu,” demkianlah pesan Rasulullah Saw. Sosok mulia itu harus didahulukan dari sosok bapak. Sosok ibu adalah mutiara kebaikan nan tak tergantikan. Selalu ada mutiara yang bisa digali darinya. Pasti ada hikmah dari wanita yang mungkin saja, sudah kita sia-siakan sejak lama.
Rabbi, ampuni dosa kami, dosa bapak dan ibu kami. Sayangilah keduanya, sebagaimana mereka menyayangi kami di masa belia. [Pirman]

*Disadur bebas dari buku 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi Ibumu, Monde Ariezta.

Selasa, 26 Januari 2016

MANFAAT AIR REBUSAN JAGUNG BAGI KESEHATAN

 


Air rebusan jagung nyatanya bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit, salah satunya yakni untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi/hipertensi, diabetes, mengobati batu empedu, mengobati tekanan batu ginjal, dan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak.

1. Air rebusan jagung untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi
– Bahan yang diperlukah yaitu 5-7 tongkol jagung muda dan 1 genggam rambut jagung
– Semuanya bahan direbus dengan air 110 ml
– Saring air rebusan jagung itu, dan minum keseharian selama 7 hari.

2. Air rebusan jagung untuk pasien diabetes
– Rebus jagung tanpa mengeluarkan dari tangkainya karena disadari sisi berikut letak khasiatnya
– Setelah masak minumlah air rebusan jagung itu dengan cara teratur seminggu dua sampai tiga kali
– Dengan ketekunan, tentu Anda akan merasakan hasilnya.

3. Air rebusan jagung untuk menghentikan rutinitas mengompol pada anak
– Bahan yang diperlukah yakni 1 genggam rambut jagung
– Seduh rambut jagung dan minum 1 cangkir teh rambut jagung sebelum tidur.
– Jauhi menggunakan rambut jagung secara berlebihan, karena rambut jagungdapat menurunkan tekanan darah dengan cara mencolok kurun waktu yang singkat.

4. Air rebusan jagung untuk mengobati tekanan batu ginjal
– Bahan yang diperlukah yakni jagung muda 4 tongkol, rambut jagung 1 genggam dan daun Keji            Beling segar 8 helai.
– Semua bahan direbus dengan air 110 ml
– Saring air rebusan jagung itu, dan minum keseharian.
– Bila batu ginjalnya sudah keluar (berupa buih, butiran atau kerikil), hentikan penyembuhan.
– Lalu teruskan dengan jamu dari ramuan kumis kucing dan meniran.
– Langkah membuatnya, seduh daun kumis kucing dan 30 gr daun meniran dengan air panas, lalu minum airnya.

5. Air rebusan jagung untuk menyembuhkan batu empedu
-Bahan yang diperlukah yakni jagung muda 5 tongkol dan 5 gr herba kumis kucing segar.
-Seluruhnya bahan direbus dengan air 110ml.

-Saring air rebusan jagung itu, dan minum keseharian selama 2 minggu.

ANEKA RESEP PEPES

Resep Nasi Pepes

BAHAN NASI :
500 gr beras cuci bersih
1 bks (250 gr) santan KARA
air
kunyit sekelilingking diparut ambil airnya
daun jeruk iris tipis2
daun pisang

BUMBU HALUS :
8 btr bwg merah
4 siung bwg putih
5 bh cabe merah
5 btr kemiri
2 cm jahe
2 cm kunyit
1 bh tomat
garam secukupnya

BAHAN PEPES:
minyak goreng untuk menumis
4 bh paha ayam atas
12 btr telur puyuh rebus (saya pake telur ayam)
daun salam
sereh potong ujung atas memarkan
daun kemangi
cabe rawit

CARA MEMBUAT:

Nasi:
cuci beras bersih kemudian masukkan ke rice cooker
jangan lupa masukkan santan ditambah air secukupnya ( seperti masak nasi biasanya)
masukkan juga daun jeruk-kunyit-garam
begitu bunyi ceklik langsung angkat nasinya jangan dibiarkan di rice cooker

Ayam:
tumis bumbu halus sampai matang dan harum, masukkan ayam
aduk hingga rata, angkat

Pepes:
didihkan air dalam dandang
ambil daun susun daun salam, serai, nasi
letakkan ayam-daun kemangi-telur puyuh 3 btr-cabai rawit 3 bh
bungkus seperti membungkus pepes
(Cukup untuk 1 porsi ya, bukan seperti lontong)
masak hingga 60-75 menit pokoknya sampai matang

PENYAJIAN
Bisa disajikan bersama tempe dan ikan asin goreng.




Resep Pepes Gurami Bakar

Ikan gurame memang ikan yang sangat yang sangat lezat. Apalagi menu pada resep kali ini. Ikan gurame yang disajikannya dipadukan dengan bumbu-bumbu yang istimewa sehingga rasa yang disajikan lebih istimewa pula.

Bahan:
2 ekor (1.000 gram) ikan gurame, dicuci bersih, dikerat
1 sendok teh air jeruk nipis
1/2 sendok teh garam
4 lembar daun salam, dipotong-potong
2 1/2 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir
4 sendok makan minyak untuk menumis
daun pisang untuk membungkus

Bumbu Halus:
150 gram bawang merah
50 gram bawang putih
8 buah cabai merah keriting
6 buah cabai merah besar
4 cm kunyit, dibakar
4 cm jahe

Bahan Lalapan:
3 buah ketimun
6 tangkai kemangi
100 gram kol
3 buah tomat

Cara Pengolahan :

Lumuri ikan gurame dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit.
Panaskan minyak. Tumis bumbu halus dan daun salam sampai harum. Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk rata.
Lumurkan ke ikan gurame. Bungkus dengan daun pisang. Semat dengan lidi.
Kukus 30 menit sampai matang.
Panggang ikan gurame sampai harum. Sajikan dengan lalapan.

Untuk 3 porsi


Resep Pepes Nasi Enak
Bahan:
3 gelas nasi
2 buah hati ayam, iris
2 ampla ayam, iris
50 g udang yang sudah dikupas
100 g jamur merang/jamur kerang/shiitake segar, iris
5 buah cabai rawit, iris, kalau suka
Garam
½ sdt gula pasir
3 sdm minyak goreng
6 lembar daun salam
2 tangkai serai, masing-masing potong 3
Daun pisang
Lidi untuk menyemat

Bumbu yang dihaluskan:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kunyit, bakar, kupas kulitnya
Seruas kelingking kencur, kupas
4 butir kemiri
2 buah cabai merah, buang biji
½ cm lengkuas
1 sdt terasi (kalau suka)

Cara membuat:
Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum.
Masukkan hati, ampela, dan udang. Aduk-aduk sampai harum.
Masukkan jamur dan cabai rawit. Aduk sampai jamur masak.
Masukkan nasi, gula pasir, dan garam. Aduk rata. Koreksi rasanya.
Bungkus dengan daun menjadi 6 bungkus yang disemat. Setiap bungkus diberi selembar salam dan sepotong serai.
Panggang sampai daunnya harum. Saat akan disajikan, panggang kembali sampai panas.
Untuk 6 bungkus


PEPES AYAM & JAMUR

Mari kita buat pepes ayam yang berbeda. Beri sentuhan jamur agar isinya lebih ramai. Sangat nikmat disantap dengan nasi putih hangat. Selamat mencoba.

Bahan:
1 ekor ayam, potong 24 bagian
100 gram jamur tiram, suwir-suwir
100 gram jamur merang, potong 2 bagian
2 sendok teh air jeruk lemon
8 butir bawang merah, iris tipis
4 siung bawang putih, iris tipis
4 buah cabai merah besar, buang bijinya,
1 batang serai, memarkan,
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya,
5 lembar daun salam, potong-potong
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
100 ml santan dari 1/2 butir kelapa:
8 tangkai daun kemangi petiki
daun pisan untuk membungkus

CARA MEMBUAT:
1. Aduk rata semua bahan.
2. Ambil daun pisang. Sendokkan campuran ayam dan jamur. Bungkus pepes.
3. Kukus diatas api sedang 30 mnit sampai matang. (Kn)
Yuk kita buat pepes ayayam jamur.
Untuk 12 bungkus


PEPES AYAM 

Bahan:
1 ekor ayam, potong menjadi 24 bagian
6 potong ati ampela ayam, potong menjadi 2 bagian
250 ml air
6 tangkai daun kemangi
12 lembar daun salam
3 batang serai, potong menjadi 4 bagian
1 sdm garam
1/2 sdt gula
2 sdm minyak goreng
daun pisang untuk membungkus

Bumbu Halus:
10 siung bawang merah
10 butir kemiri, disangrai
4 buah cabai merah – atau sesuai selera
3 siung bawang putih
1 ruas kunyit – dibakar

Bumbu Iris:
4 buah cabai merah
2 tangkai daun bawang, cincang

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukkan bumbu iris, sambil aduk rata.
2. Masukkan ayam dan ati ampela yang sudah dipotong-potong, aduk hingga berubah warna. Tambahkan garam dan gula.
3. Tuangi air lalu masak hingga airnya kering dengan api kecil.
4. Siapkan selembar daun pisang, tambahkan daun salam dan sepotong serai, taruh 2 potong ayam dan ati ampela, tambahkan 2-3 lembar daun kemangi.
5. Bungkus bahan pepes dan sematkan dengan lidi.
6. Kukus hingga matang.


RESEP MEMBUAT PEPES CUMI

BAHAN BAHAN PEPES CUMI:

500 gram cumi, kupas, buang isi perutnya, potong seperti cincin
1 butir telur
1 ikat kemangi, ambil bagian daunnya
1 batang daun bawang, iris 1 cm
5 lembar daun salam
10 lembar daun jeruk
3 sdm minyak, untuk menumis
2 mata asam jawa, seduh dengan 50 ml air panas, saring
Daun pisang secukupnya

Bumbu yang di haluskan :
10 buah cabai merah kriting
5 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt garam
2 sdt gula putih
1/4 sdt kaldu bubuk (jika suka)

CARA MEMBUAT PEPES CUMI :
Tumis bumbu yang di haluskan hingga matang. Masukkan cumi dan air asam jawa, masak setengah matang. Angkat. Campur tumisan cumi dengan telur, daun kemangi, dan daun bawang. Aduk rata.

Ambil daun pisang, alasi dengan daun salam dan daun jeruk. letakkan dua sendok makan adonan cumi. Bungkus dengan menyematkan lidi di kedua ujungnya. Kukus selama 20 menit. Angkat, sajikan.


Bahan Dan Bumbu Pencok Ikan
Berikut ini Bahan dan Bumbu Pencok Ikan untuk 3 porsi:

3 ekor (550 gram) ikan mas, dicuci bersih
1 sendok teh air jeruk nipis
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1 sendok makan minyak goreng
75 gram kacang tanah, digoreng
5 butir bawang merah, dibakar
6 buah cabai merah keriting, dibakar
2 cm jahe, dibakar
1/2 sendok teh garam
3/4 sendok teh gula merah
100 ml air panas

Cara Memasak Pencok Ikan

Lumuri ikan tawes dengan air jeruk nipis, garam, merica bubuk, dan minyak goreng. Diamkan 15 menit.
Oven ikan tawes sampai matang.
Haluskan kacang tanah, bawang merah, cabai merah keriting, jahe, garam, dan gula merah. Tuang air panas. Aduk rata.
Siram bumbu ke atas ikan tawes.


PEPES IKAN KEMBUNG KEMANGI 

Bahan Utama
500 gram ikan kembung
1 buah jeruk nipis
1 sdt garam

Bahan Bumbu
1 ikat daun kemangi, petik daunnya
15 siung bawang merah, iris
2 buah cabai merah besar, iris panjang
i batang daun bawang, iris serong
daun pisang untuk pembungkus

Bahan Bumbu dihaluskan
1,5 sdt gula pasir
10 butir kemiri, sangrai
2 ruas jari kunyit
4 siung bawang putih
garam secukukupnya

cara membuat;
Langkah awal, bersihkan ikan dengan cara mengeluarka isi perut dan insang bilas dengan air, tiriskan. Beri perasan jeruk nipis dan taburkan garam, sisihkan.
Kemudaian campurkan bumbu halus dengan irisan bawang merah, daun bawang dan cabai merah dalam sebuah wadah hingga tercampur rata.
Lumurkan bumbu ke seluruh bagian ikan hingga merata. Sisih kan sekitar 5 meit agar bumbu meresap kedalam ikan.
Siapkan pembungkus daun pisang. Susun daun kemangi pasa daun pisang kemudian letakkan dan susun ikan yang telah dilumuri bumbu di atas daun kemangi lalu, sebelum dibungkus tambahkan kembali daun kemagi di atas ikan. Bungkus daun pisang dengan rapat, kunci menggunakan tusuk lidi.
Siapkan kukusan, kukus ikan selama 30 menit hingga matang.


PEPES UDANG MANGGA 


Bahan yang diperlukan untuk 4 porsi:

200 gram udang jerbung, kupas, sisakan ekornya, belah punggungnya
100 gram mangga mengkal, potong korek api
1 sendok teh kecap ikan
daun pisang untuk membungkus secukupnya


Bumbu Halus:

5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah cabai rawit merah
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir


Cara membuat:

Lumuri udang dengan bumbu halus, dan kecap ikan lalu aduk hingga rata.
Tambahkan mangga. Aduk rata.
Ambil selembar daun pisang. Sendokkan isi. Bungkus bentuk tum. Kukus 15 menit sampai matang.
Pepes udang mangga telah siap untuk disajikan.

PEPES IKAN MAS 


Bahan yang dibutuhkan:

1 kg ikan mas
daun pisang atau aluminum foil untuk membungkus ikan

Bumbu yang dibutuhkan:

2 buah tomat
1 batang daun bawang
1 batang daun serai
5 lembar daun salam
50 gram daun kemangi
garam secukupnya
1 sendok makan gula pasir
2 sendok makan minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan:
2 siung bawang putih
4 buah bawang merah
2 cm jahe
2 cm kunyit
50 gram cabai merah
5 butir kemiri
5 gram asam jawa
½ sdt. garam
25 cc air

Cara membuat:

Buang sisik dan bersihkan ikan mas
Keluarkan isi perut ikan tapi sisakan telur ikan mas jika ada
Buat tiga irisan diagonal pada setiap sisi ikan agar bumbu lebih meresap
Rendam ikan di dalam larutan garam dan asam jawa minimal 15 menit, cuci dengan semangkuk air untuk membuang kelebihan garam
Tambahkan minyak goreng ke dalam bumbu yang sudah dihaluskan, aduk
Lumuri ikan mas dengan bumbu yang sudah dihaluskan
Tambahkan tomat yang sudah dipotong kecil-kecil, daun kemangi, daun salam, dan potongan daun serai
Bungkus dengan daun pisang atau aluminum foil.
Kukus dengan api sedang selama 30 menit atau gunakan panci bertekanan (presto) agar lebih cepat matang dan rasa yang lebih enak
Dinginkan sebentar dan panggang di atas api, kalau bisa panggang di atas api arang supaya harum


Resep Pepes Tahu Udang 


Bahan-bahan
tahu putih 500gr, dihaluskan
jamur merang 250gr, potong-potong
udang 250gr, kulit udang dikupas lalu cincang kasar
telur 3 butir, dikocok lepas
santan kental 200ml, bisa memakai santan instan.
cabai merah 10 biji, iris-iris menyerong
daun pisang secukupnya

Bumbu yang dihaluskan;
bawang putih, 10 butir
bawang merah, 10 butir
1/2 sendok teh merica
1 sendok teh gula pasir
2 sendok teh garam

Cara Membuat Pepes Tahu Udang ;
Semua bahan dicampurkan termasuk bumbu yang sudah di haluskan di atas. Aduk hingga rata,
Sediakan daun pisang secukupnya. Masukan dua sampai tiga sendok adonan udang. Bungkus dan semat dengan lidi.
Setelah itu kukus dalam api besar hingga 30 menit.
Angkat dan sajikan.


Pepes Tempe Pedas 

Bahan :
350 gr tempe putih
3 buah cabe merah ( potong-potong )
20 lembar daun kemangi segar
daun pisang untuk membungkus secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :
2 siung bawang putih
5 butir bawang merah
1 batang serai iris tipis terlebih dahulu
3 cm kencur
cabe rawit secukupnya
gula secukupnya
garam secukupnya
penyedap rasa secukupnya

Cara Membuat Pepes Tempe Pedas :

tempe dihaluskan terlebih dahulu
masukkan cabe merah yang sudah dipotong-potong dan daun kemangi yang sudah dicuci bersih
tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan lalu diaduk sampai tercampur rata
siapkan satu lembar daun pisang lalu ambil setiap 3 sendok makan tempe yang sudah dicampur dengan bumbu
bungkus dan gulung memadat dengan daun pisang kemudian ujung-ujungnya disemat dengan sapu lidi yang sudah dipotong lancip atau dengan tusuk gigi ( lakukan sampai habis )
panaskan kukusan lalu pepes tempe dikukus selama 25-30 menit sampai daun pisang layu dan berwarna kecoklatan
angkat dan pepes tempe pedas siap disajikan


Selamat Mencoba !!

Senin, 25 Januari 2016

SAAT KESULITAN DATANG BACALAH AYAT INI

Kisah Seseorang Yang Sangat Kesulitan, Kemudian Allah Kirim Malaikat Karena Membaca Ayat Ini


Pernahkah mengalami suatu kesulitan yang menghujam dari segala penjuru? Apakah dada terasa sesak hingga sulit bernapas seolah-olah tiada jalan keluar dari masalah yang dihadapi? Daripada berkeluh kesah tanpa solusi, lebih baik baca ayat di ini dikala sulit, niscaya Allah utus malaikat untuk membantu.

Berikut ini ada sebuah kisah yang bisa diambil hikmahnya berkaitan dengan kesulitan seorang hamba dan secara kontan langsung Allah tolong dengan cara yang menakjubkan.

Alkisah, ada seorang lelaki yang hendak pergi ke luar kota Damaskus menuju kota Zabadani. Di tengah perjalanan ia dihentikan oleh laki-laki asing yang mengatakan bahwa ia hendak menyewa keledainya. Maka diizinkannya laki-laki asing tersebut menyewa keledainya dan mereka pun pergi beriringan.

Sampailah keduanya di percabangan jalan. “Lebih baik kita lewat jalan ini,” kata laki-laki penyewa keledai tersebut.
Tidak ah, lebih baik kita lalui jalan yang satunya lagi, karena aku belum pernah menempuh jalan yang lain selain jalan ini”. Jawab si pemilik keledai.
Tenang saja, tidak usah takut tersesat, akulah yang akan menjadi peunjuk jalan. Lagi pula jalan ini lebih mudah dilalui dan lebih dekat”. Rayu sang penyewa keledai.

Setelah menimbang-nimbang agak lama, akhirnya pemilik keledai mau menuruti saran laki-laki yang menyewa keledainya. Mereka pun mulai melanjutkan perjalanan menyusuri jalan setapak yang disarankan si penyewa.

Tak berselang lama, tibalah keduanya di jalan terjal nan curam sehingga sukar dilalui. Tanpa disangka, laki-laki penyewa keledai turun sambil menodongkan sebilah pedang padanya.
Dalam takutnya, pemilik keledai berkata: “Bebaskanlah aku, silahkan
ambil saja keledai kepunyaanku”.

Tentu...., tentu saja aku akan mengambil keledaimu. Namun aku juga tidak berniat melepaskanmu!” Ujar si penyewa dengan bengisnya.

Lepaskanlah aku, ingatlah bahwa dosa membunuh sesama manusia amatlah besar” Ujar pemilik keledai.

Sudah diamlah, perkataanmu sia-sia saja bagiku”. Bantah si penyewa.

Jika demikian, saya mohon izinkan saya untuk mendirikan shalat 2 rakaat terlebih dahulu”. Tutur pemilik keledai.

Baiklah akan kukabulkan permintaan terakhirmu, tapi awas jangan lama-lama”. Bentaknya.
Takdir Allah, mendadak saja si pemilik keledai lupa akan semua hafalannya, sehingga ia lama mengingat-ingat. Maka si penyewa keledai pun membentak dan menyuruhnya untuk segera bergegas.

Akhirnya ia ingat 1 ayat, ia membaca firman Allah SWT yang artinya:
Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya)”. (QS. An Naml: 62)

Seketika itu, dari mulut lembah datang seorang penunggang kuda yang membawa sebuah tombak. Dilemparkannya tombak tersebut tepat menancap di dada laki-laki jahat penyewa keledai tadi. Laki-laki itu pun langsung tersungkur bersimbah darah tak bernyawa lagi.

Dalam heran bercampur kaget dan haru, pemilik keledai bertanya: “Siapakah gerangan engkau?
Akulah penjaga ayat “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”

Subhanallah Maha Suci Allah, Lihatlah bagaimana Allah secara kontan memberikan bantuan kepada hambaNya yang mau berdoa dengan kerendahan hati. Yakinlah bahwa apapun masalah yang tengah dihadapi, akan ada jalan keluarnya.

Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

Wallahu A’lam

Jumat, 22 Januari 2016

Tiga “Sahabat” yang Mengajak ke Neraka

MUSLIMAH – Ada tiga “sahabat” yang harus Muslimah waspadai. Mereka amat dekat di keseharian, namun bisa membawa Muslimah mencicipi api neraka. Tiga “sahabat” itu adalah suudzontajassus, dan ghibah.
Tiga “sahabat” ini mewarnai hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia). Mari berkenalan dengan ketiganya agar bisa menjauhi mereka.
Yang pertama, suudzon. Suudzon artinya berburuk sangka. Dalam hubungan sosial dengan sesama muslim, suudzon menjadi penghalang utama. Ketika berburuk sangka pada seseorang, kita akan menganggap buruk semua yang dilakukannya.
Jika Muslimah suudzon terhadap seseorang, akan sulit menerima informasi positif seputar orang tersebut. Karena, otak dan hati sudah tertutup dari kebenaran. Muslimah akan merasa paling benar dan tidak bisa menghargai orang lain.
Yang kedua, tajassus. Tajassus bisa di artikan sebagai perbuatan memata-matai, menyelidiki, dan mencari berita. Tajassus bukan seperti penyelidikan yang dilakukan polisi saat mengejar penjahat. Tajassus lebih kepada mencari-cari kesalahan orang lain. Hal ini jelas dilarang dalam al Quran.
Yang ketiga, ghibah. Ghibah bisa diartikan menyebut, membuka, dan membongkar aib orang lain dengan maksud buruk. Ghibah juga bisa disamakan dengan bergunjing dan bergosip. Jika pun aib seseorang benar adanya, tidak boleh diumbar karena akan menyakiti hatinya. Dan jika aib itu tidak benar, maka kita telah melakukan fitnah.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…” (QS. Al Hujurat: 12)
Suudzon, tajassus, dan ghibah adalah rangkaian dosa yang amat dekat dengan keseharian Muslimah. Inilah bahaya lisan yang sangat sulit dihindari. Terkadang, Muslimah beranggapan bahwa apa yang diucapkan adalah demi mencari kebenaran. Padahal di dalamnya terkandung keburukan.
Allah bahkan mengumpakan orang yang suka menggunjingkan aib saudara seislamnya dengan orang yang memakan daging bangkai saudaranya. Artinya, ghibah adalah sesuatu yang sangat menjijikkan. Namun dalam realitas, Muslimah seringkali ‘lupa’ dan khilaf.
Lantas, kapan kita akan berhenti bergosip? Padahal kita tidak tahu apakah besok hari Allah Swt. masih memberi umur
Melakukan tiga hal tersebut tidak akan membuat hidup Muslimah bahagia. Membicarakan keburukan orang lain tidak akan menjadikan kehidupan Muslimah lebih baik. Terlebih lagi, jangan sampai orang yang dicurigai dan digunjingkan merasa terzalimi dan mendoakan hal buruk untuk Muslimah.
Apakah Muslimah yang sudah mempercantik diri dengan busana muslim dan hijab tidak ingin mempercantik hati? Sudah saatnya “move on” dari kesalahan ‘akut’ yang melekat di pikiran dan bibir kita. Mari jauhi suudzon, tajassus, dan ghibah agar Muslimah selalu mendapat ridha dan barakah Allah Swt.

Selasa, 19 Januari 2016

Anak Duhaka Yang Masuk Surga, Hanya Karena Satu Hal Ini..

Anak yang tidak mendengarkan kata-kata oangtuanya, tapi kok bisa masuk Surga? Kira-kira kebayang gak? Hmmm.. Ceritanya begini, suatu hari pada zaman Rasulullah SAW. Ada seorang keluarga, saat itu si suami sedang pergi keluar untuk berdagang, si suami berkata kepada istrinya untuk tidak keluar rumah sebelum suaminya kembali pulang.


Pesan ini benar-benar disimpannya baik-baik oleh istrinya. Ia pun tidak keluar rumah sesampai suaminya kembali pulang. Namun suatu ketika, ia didatangi tamu dari salah seorang kerabatnya. Mengabari bahwa Ibunya sedang sakit keras, ia diminta untuk datang kembali kepada Ibunya.

Namun si istri menjawab, "Aku menjaga amanah dari suamiku, untuk tidak bisa keluar rumah sebelum ia kembali dari rumah ini",

Jawab si istri kepada sanak kerabatnya, "Sampaikan salam dan maaf ku kepada ibuku" sambungnya.

Kerabatnya pun kembali ke kampung halamannya. Menyampaikan pesan dari anaknya itu kepada Ibunya yang sakit keras. Namun di tempat lain, si istri ini-sebut saja Fulanah. Sebenarnya ingin sekali menjenguk Ibunya yang sedang sakit keras.

Beberapa hari kemudian, sanak keluarganya yang lain kembali datang kepada Fulanah untk menyampaikan berita yang sama. Ibunya sakit keras, ia diminta untuk pulang saja kerumah. Lagi-lagi Fulanah menolaknya, ia tidak bisa menjenguk Ibunya.

Akhirnya, hingga Ibunya meninggal dunia. Fulanah didatangi kembali oleh sanak keluarganya.

"Ibumu telah meninggal dunia, maukah kamu datang untuk menjenguk jasad Ibumu untuk yang terakhir kalinya?".

Fulanah hanya menjawab, "Innalillaahi wa ina ilaih Raji'un. Sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bisa pergi dari sini!"

Sanak keluarganya sudah tidak bisa berpikir lagi saat itu. Hingga ia berkata, "celakalah kamu Fulanah!!! Saat Ibumu sakit, engkau tidak datang. Saat Ibumu sekarat, kamupun juga tidak datang. Dan disaat seperti ini, Ibumu sudah meninggal dunia, tapi kamu tidak datang???!!"

Kerabatnya benar-benar marah pada saat itu. "Maafkan saya kerabatku, sesungguhnya aku ingin tiba ke pemakaman Ibu. Tapi aku tidak bisa pergi dari rumah ini!" jawab Fulanah.

Kerabatnya sudah tidak habis fikir dengan Fulanah, di jalan, hatinya benar-benar emosi nggak karuan akhirnya, si kerabat pun meninggalkan rumah Fulanah dengan kecewa.

Hingga pada suatu hal, sang kerabat yang masih tidak suka dengan sikap keluarganya ini akhirnya berniat menanyai Rasulullah SAW, "wahai Rasulullah SAW, kerabatku telah seperti ini dan seperti itu" kata kerabat ini menceritakan kejadian si Fulanah.

Namun Rasulullah SAW hanya menjawab, "Beruntung sekali sang Ibu, ia akan masuk surga bersama si Fulanah."

Si kerabat ini heran, kenapa bisa si Fulanah masuk surga? Bukannya ia sudah berlaku kurang ajar kepada Ibunya. "Kenapa keduanya masuk surga, Ya Rasulullah?"

"Si Ibu telah berhasil mendidik anaknya dengan baik. Sedang si Fulanah berhasil menjaga amanah dari suami dan Ibunya", jawab Rasulullah SAW dengan tegas.

Begitulah kisah cerita pada zaman Rasulullah SAW. Maaf kalo tulisan ini dibuat begini, entah udah pernah denger ato baca di mana, ini cuma buat ngingetin dan juga bahan pembelajaran bersama aja.

Inilah Dosa yang Menghalangi Jodoh

Jodoh merupakan ketetapan Allah SWT dan menjadi rahasia tanpa seorang pun mengetahuinya secara pasti. Terkadang ada yang sudah menjalani hubungan lama, tiba-tiba kandas karena alasan sepele. Sementara dua orang yang terpisah jauh, kemudian menjadi suami istri tanpa diduga sebelumnya.

Tingkat kesulitan manusia dalam mendapatkan jodoh berbeda-beda. Ada yang dimudahkan, ada pula yang hingga kini tak kunjung menemukan pasangan hidupnya. Padahal usianya sudah memasuki umur yang matang dan siap menjalani rumah tangga. 




muslimah.com


Jika jodoh adalah urusan Allah, maka tidak kunjung dapat jodoh juga disebabkan karena Allah. Hal ini biasanya terjadi karena dosa yang dilakukan pribadi manusia. Dosa-dosa ini tanpa sadar menutup rezeki mereka untuk mendapatkan pasangan hidup. Berikut ini rangkuman dosa yang dapat menghalangi jodoh. 

1. Syirik

Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan selain-Nya. Terkadang usaha kita dalam mendapatkan jodoh justru mengarah ke arah syirik yang semakin membuat jodoh menjauh. Misalnya saja menginginkan jodoh dengan datang ke dukun, tukang ramal, atau memakai jimat-jimat atau bacaan menyesatkan. 

Periksalah bagaimana kualitas kita selama ini dalam menjalankan hubungan dengan Allah. Misalnya salat yang masih bolong-bolong, atau bermalas-malasan mengerjakan salat. Tidak heran jika Allah juga membalas umatnya dengan melambatkan jodohnya juga. 

Maka dari itu, untuk mendapatkan jodoh maka harus memperbaiki   hubungan dengan sang pemberi jodoh, Allah SWT,  setelah itu baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan.

“Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah” (QS 31:33)

Jika pun mereka di datangkan jodoh, maka biasanya akan dipertemukan dengan mereka yang syirik juga. Bisa saja anda mendapat jodoh, namun justru membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah. Pasalnya akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan, dimana laki-laki dan perempuan harus memiliki nilai yang sama di mata Allah SWT.

“….musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.” ( QS 24:3&26)

2. Jarang Salat dan Melalaikan Salat
Salat merupakan gerbang menuju Allah SWT. Ini adalah perintah wajib yang harus dijalankan umat Islam tanpa ada alasan untuk meninggalkannya. Jarang salat artinya Allah juga tidak cepat dalam merespon doa manusia terhadap jodoh. 

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang salat namun kerap menunda-nunda hingga masuk waktu akhir. Karena urusan dunia, biasanya manusia lupa untuk menunaikan ibadah wajib yang satu ini. Sehingga Allah juga tidak akan memprioritaskan mereka yang telah melalaikan-Nya.

“Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.” (QS 107:4-5)
border-box; font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 14px; font-stretch: inherit; line-height: 22.75px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;">3. Berzina
Berzina merupakan perbuatan keji yang sangat dibenci Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat menceritakan kisah Nabi Musa yang menolak wanita yang bertobat karena telah melakukan dosa zina. Hal ini menandakan bahwa perbuatan zina sangat merusak hubungan manusia dengan Allah, termasuk untuk urusan jodoh.

Jujurlah pada diri, apakah anda pernah melakukan perbuatan tersebut? Jika iya bersegeralah taubat nasuha karena Allah SWT selalu memberikan ampunan kepada hamba-hambanya. Karena siapa yang melakukan hal demikian, mereka akan mendapatkan balasan langsung di dunia salah satunya dijauhkan dari jodohnya. 

4. Dosa kepada Orang Tua
Orang tua merupakan perwakilan Allah SWT di dunia. Keridhaan mereka akan menjadi ridha Allah, sehingga jika kita melakukan dosa terhadap orang tua, maka Allah akan menutup sumber rezeki kita termasuk urusan jodoh. 

Perlu diketahui bahwa berkata “ah” saja kepada orang tua sudah membuat Allah marah, apalagi jika melakukan dosa lebih dari itu.  Hal ini termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah termasuk jodoh.  

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. 17:23).

5. Hubungan Silaturahmi yang Putus
Bagi anda yang sulit jodoh, ada baiknya anda memeriksa hubungan anda dengan kerabat. Pasalnya salah satu penjauh rahmat adalah putusnya tali silaturahmi antar sesama kerabat. 

“Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS.49:10)

6. Bergunjing dan Mengadu Domba 
Ternyata aktivitas yang kerap dilakukan ini menjauhkan manusia dari jodoh, Ya menggunjing juga mengakibatkan sesoorang dijauhkan dari jodohnya. Apalagi jika sudah mengarah kepada adu domba yang berujung pada fitnah.  

“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS 49:12)

7. Makan Rezeki yang Haram
Perkara haram juga dapat menjauhkan jodoh. Jika saat ini masih sulit jodoh, maka periksalah rezeki yang kita makan. Apakah sudah dicari dengan jalan halal, atau masih haram. Jika pun sudah halal, sudah kah kita menunaikan untuk mengeluarkan zakat. Karena sebenarnya, dalam harta kita terdapat hak-hak orang lain yang harus kita keluarkan. 

8. Kikir
Salah satu cara mendapatkan jodoh adalah dengan memperbanyak sedekah. Jadi sebenarnya, jika kita tidak bersedekah, maka akan menghambat rahmat Allah yang lain. Salah satunya adalah jodoh. Banyak kisah-kisah tentang orang-orang yang menjemput jodoh dengan sedekah ini.