Cari Blog Ini

Everything Can Be

Selasa, 20 Juni 2017

KETIKA ...............

Ketika engkau sudah berada di jalan benar menuju Allah, maka berlarilah.
Jika sulit bagimu maka berlari kecil lah, jika kamu lelah maka berjalanlah.
Jika itupun kamu tak mampu maka merangkaklah.
Namun jangan pernah berhenti atau berbalik arah.
#reminder myself and KS to be a good person

SEBERAPA DEKAT PERTOLONGAN ALLAH ?

Pertolongan Allah itu dekat, tinggal ukur seberapa dekat kita pada Allah, sebagaimana firman Allah :
Wasta'inu bis-sabri was-salah(ti) wa innaha lakabiratun illal 'alal khasyi-in (QS 1:45)
"Dan mohonlah pertolongan (kpd Allah) dengan sabar dan salat dan salat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yg khusyuk"
#mendekat pada Allah
#Semangat Pagi Sahabat

TANYA JAWAB

Seorang ustadz bertanya kepada jama'ahnya.
.
Ustadz : "Kalau kita hidup zaman Firaun kira-kira kita jadi pengikut Firaun, atau pengikut Nabi Musa?" Jama'ah : "Tentulah Nabi Musa." Ustadz : "Yakin?" Jama'ah : "Yakinnnnn"
Ustadz : "Tapi yang membangun Mesir, Firaun. Yang bangun piramid, Firaun. Yang terKAYA, Firaun. Yang punya tentera, dan banyak pengikut, Firaun. Yang bisa memberi PERLINDUNGAN dan jaminan, Firaun. Yang Berkuasa, Firaun. 
Yang bisa sediakan MAKANAN & MINUMAN, Firaun. Yang bisa adakan HIBURAN, Firaun. Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Firaun. Sementara Musa, hanya penggembala kambing saja. Bicara pun tdk fasih. Senjata pun hanya sebatang tongkat. Masih yakin?" Jama'ah : (mulai terdiam...) Ustadz : "Dan kerjaan Musa hanya penjaga kambing, tiba-tiba ajak kita untuk melewati lautan tanpa memakai sampan atau kapal. Apakah yakin kita mau ikut Musa ?" ...... Betapa manusia zaman Firaun dan zaman KITA SEKARANG, TIDAK BERBEDA
Di Zaman ini masih banyak yang PERCAYA pada harta, pangkat, jabatan dan pengaruh.
KEBENARAN Itu bisa jadi akan kita abaikan bila sudah menyentuh orang yang berpengaruh, orang berkuasa dan orang yang kita idolakan.
Sungguh...FIR'AUN itu tetap ADA hingga akhir zaman.. HANYA berUBAH WAJAH dan BENTUKnya... Maka Yaa Rabb...
Istiqomahkanlah kami agar senantiasa berada di jalan kebenaran, di jalan-Mu yang lurus, jalan yang Kau ridhoi. Hindarkanlah kami dari tipu daya muslihat dunia dan godaan musuh-musuh-Mu serta kejahiliyahan karena kebodohan kami
Berikanlah kami ILMU dan IMAN agar mengetahui bahwa yang haq adalah haq, dan yang bathil adalah bathil. Dan tampakkanlah kepadaku yang benar itu sebuah kebenaran, dan berikan petunjuk kepadaku untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kepadaku yang mungkar itu sebuah kemungkaran dan berikan petunjuk kepadaku agar menjauhinya. Aamiin
From @pangeranmuda54

TENANG SAJA

Tenang saja...
Di sini aku sedang sibuk memperbaiki diri agar kelak menjadi rumah yang nyaman bagimu.
Aku sedang memasang pondasi niat agar kuat mencintaimu karena Allah,
mendirikan tiang, agar imanku kokoh. tak roboh saat ujian melanda
membangun dinding agar amalku tertata.
Menaunginya dengan atap ilmu agar engkau tak kedinginan saat angin kebimbangan berhembus,
agar saat gerimis kebahagiaan merintik membasahimu, engkau tidak lupa apalagi alpa
atau ketika terik derita menyengat, engkau tidak merasakan pilunya.
Aku sedang memperbaiki dan memantaskan segala sesuatunya. Sebab sekali lagi, aku ingin menjadi rumah yang nyaman saat kamu tinggali."

YA RAHMAN YA RAHIM

Allah yang maha Rahim yang mampu menggantikan siang dan malam, siang yang di hiasi matahari lalu berganti malam dengan indahnya Bulan, dan tak lupa dengan gemerlap Bintang.
Dunia dan seisinya Indah bila di pandang oleh mata, mata yang mampu melihat. Allah memberikan mata kepada setiap manusia tetapi tak semua manusia mampu melihat.
Coba kita renungkan sejenak.
Allah yang memberikan nikmat melihat dengan Indra penglihatan tak perlu menggunakan alat untuk lihat.
Coba kamu tutup matamu sejenak saja apa yang kamu rasakan? Kegelapan, tak mampu melihat apa-apa. Dan bagaimana bila allah tidak memberikan nikmat melihat lagi ?
Allah sudah berikan kita beribu-ribu nikmat salah satunya nikmat melihat, kita masih berbuat dosa, berzinah dengan menggunakan Indra penglihatan. Apakah kita tersadar itu? Atau baru akan tersadar ketika sudah di cabut nikmat itu?
Mari kita bersyukur detik ini juga, kita terlalu kufur nikmat, terlalu mengejar Harta dunia, terlalu terhalang oleh kabut gemerlapannya dunia.
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan sesungguhnya penulis pun manusia biasa
Dari Instagram : @senja_qalbu